BERITA

Article Cover

11 Juni 2022

Kolaborasi Perusahaan Biro Perjalanan Wisata bersama Online Travel Agent

Teknologi melakukan banyak disrupsi terhadap era bisnis saat ini. Industri pariwisata terimbas pula dengan hal tersebut, terutama pada pelaku Perusahaan Biro Perjalanan Wisata. Hasil penelitian terhadap 256 responden menunjukkan bahwa eksistensi Online Travel Agent (OTA), seperti Traveloka, Tiketcom, Pegipegi, dan sejenis lainnya, membuat wisatawan menjadi lebih mengandalkan pencarian Hotel, Tiket Pesawat, dan Paket Wisatanya menggunakan Online Travel Agent tersebut.   Online marketing selalu menjadi trending topic dalam penelitian di Industri pariwisata (Yoo et al 2011). Hal tersebut dipicu oleh pasar konsumen Industri Pariwisata Global yang besar jumlahnya dan mendominasi devisa suatu negara (Auliandri et al 2019), serta juga mekanisme Online Payment yang saat ini telah jamak dan mudah dipakai oleh pengguna bahkan via Gadget Telepon Genggam (Purwono et al 2021)   Penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa Konsumen Industri Pariwisata nyaman bertransaksi di Online Travel Agent dikarenakan banyak Promo dan Discount sehingga harga lebih ekonomis (More affordable). Hasil Penelitian juga menunjukkan bahwa khususnya Konsumen muda memiliki kepercayaan yang tinggi (High Perceived Trust) terhadap pembelian paket wisata serta hotel dan pesawat via Online Travel Agent.   Menyikapi hal tersebut, maka Perusahaan Biro Perjalanan Wisata yang berkonsep tradisional, dan belum bertransformasi ke Online Teknologi, tentu menghadapi tantangan dengan gencarnya Online Travel Agent dalam menjalankan skema bisnisnya. Kolaborasi dengan Perusahaan Marketing Digital, serta Perusahaan Payment Gateway untuk Digital payment, adalah keniscayaan sebagai bentuk upaya adaptasi yang mutlak dilakukan agar Perusahaan Biro Perjalanan Wisata yang masih berkonsep tradisional tersebut bisa bertahan di era saat ini.   Andhy Setyawan, S.Si., M.Sc., CPM (ASIA)., CMA (USA). Pengurus – FMI Wilayah Jawa Timur Dosen – Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Surabaya CoFounder & Editor in Chief – Jurnal INOBIS Inovasi Bisnis &Manajemen Indonesia

Lihat Detail
Article Cover

04 Juni 2022

Kopi sebagai Niche Market di Maluku Utara

Beberapa tahun belakangan ini kopi menjadi sektor yang esensial pada kehidupan masyarakat Indonesia, hal ini bisa dilihat dari merambahnya kedai kopi di beberapa tempat di Indonesia, khususnya di Ternate. Rotasi_colab merupakan pelopor kedai kopi yang sukses memanfaatkan sektor kopi sebagai lahan bisnis. Fitra dan 2 rekannya merintis usaha kopi pada tahun 2015, dan memiliki kedai kopi sendiri di tahun 2020. Uniknya usaha ini dimulai dengan hobi minum kopi. “Berawal dari hobi minum kopi, lama-kelamaan saya tertarik untuk mempelajari lebih jauh terkait kopi sampai mengikuti sekolah, pelatihan, bahkan sertifikasinya, akhirnya berpikir untuk menghasilkan uang dari kopi. Ditambah ada mimpi besar mengembangkan kopi Maluku Utara yang sampai sejauh ini belum dikembangkan secara baik dan maksimal.”

Namun dalam usaha kedai kopi di Ternate memiliki kendala terhadap logistik dan masyarakat belum teredukasi tentang kopi, selain itu jumlah penduduk di Ternate yang tidak begitu besar pada akhirnya pangsa pasar juga tidak sebesar kota-kota besar di Pulau Jawa, akan tetapi Fitra dan rekannya berusaha membangun ekosistem kopi di Ternate, investasi mesin roasting dan  terus berinovasi. “Inovasi kami di produk minuman kami coba dengan produk mocktail coffee non alcohol dengan menggunakan bahan-bahan rempah lokal, selain itu kami juga berinovasi dalam produk es kopi susu dengan menggunakan sirup-sirup lokal turun-temurun, mengingat potensi niche market pada usaha kedai kopi di Ternate masih sangat menjanjikan.”

Lihat Detail
Article Cover

28 Mei 2022

Wawancara dengan Lily Jessica Tjokrosetio

Latar Belakang Pendidikan

Ibu Lily sudah berada di Belanda sejak bangku SMP dan meraih gelar Bachelor of Business Administration (B.B.A) dari Inholland University serta gelar Master of Science (M.Sc.) Strategic Management dari Erasmus University, Rotterdam. Beliau baru saja menyelesaikan Executive Program di Harvard Business School, Boston, USA sebagai satu-satunya WNI dari 79 peserta yang berasal dari 26 negara. Executive Program ini berfokus pada Wealth Management dari bisnis keluarga. 

Sebagai generasi kedua dari sebuah bisnis keluarga, Ibu Lily merasa program ini sangat relevan, terutama dalam mempersiapkan peralihan bisnis kepada generasi selanjutnya. Selain itu, bisnis di Indonesia 80-90% adalah bisnis keluarga. Peserta Executive Program dari berbagai negara dan beragam usia dari 24-83 tahun saling berbagi pengalaman masing-masing, yang menjadikan Executive Program ini sangat bermanfaat untuk membuka wawasan para praktisi bisnis. Menurut beliau, bisnis keluarga adalah sebuah seni, karena tidak ada sistem dan solusi yang sama yang bisa diterapkan pada semua bisnis, tetapi sistem yang berdasarkan situasi dan dinamika masing-masing. 

 

Hubungan Belanda dan Indonesia

Selama pandemi, tidak dipungkiri bahwa komunikasi dan hubungan kerja sama bilateral mengalami penurunan. Namun hubungan kedua negara yang telah melewati hitungan abad sangatlah mendalam. Begitu pentingnya Indonesia di mata Kerajaan Belanda terutama dalam bidang perekonomian dan bisnis, pada Maret 2020 telah diresmikan Netherlands Business Support Office (NBSO) di Surabaya, dimana  tidak semua negara memiliki NBSO. Saat ini, ketika pandemi diharapkan segera berakhir, Economic Affair dari Kedutaan Belanda telah melakukan diskusi dengan NBSO dan perusahaan-perusahaan Belanda di Jawa Timur untuk melanjutkan hubungan yang tertunda akibat pandemi dan membangun kerja sama bilateral baru yang potensial.

 

Dukungan Belanda terhadap UMKM Indonesia

Bulan lalu Kedutaan Belanda melakukan kunjungan kepada beberapa UMKM untuk memperkenalkan platform yang mendukung start-up business dengan menghubungkan bisnis dan pasar di Belanda dan Indonesia. Konsulat Kehormatan Belanda selalu terbuka untuk diskusi dan menjadi jembatan untuk mendukung UMKM. Dari beberapa diskusi didapatkan bahwa Belanda adalah pasar yang potensial untuk memasarkan bisnis kreatif dan agrikultur. Ibu Lily berharap agar kerja sama kedua negara bisa lebih erat dan para pelaku UMKM selalu semangat, penuh pengharapan, dan selalu optimis karena kesempatan itu tidak terbatas.

 

Lily Jessica Tjokrosetio

Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Surabaya sejak 2017

CEO PT. Citra Nutrindo Langgeng

Managing Director The Shalimar Boutique Hotel dan The Cakra Hotel Bali

Lihat Detail
Article Cover

14 Mei 2022

INOVASI DRIED FLOWER DI DESA PENGOTAN

Dalam rangka menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, khususnya yang disebabkan karena adanya pandemi Covid-19, maka perlu dilakukan program inovasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan perekonomian tersebut. Bisnis yang sangat terdampak pandemi di Desa Pengotan adalah bisnis bunga potong, dimana salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang ini adalah UMKM Keboenku. UMKM Keboenku mengalami penurunan omzet yang sangat signifikan, yang disebabkan terbuangnya 350 sampai dengan 500 batang bunga potong per hari karena tidak adanya pembeli sehingga bunga potong tersebut melewati periode masa jualnya dan harus dibuang.

 

Inovasi yang dilakukan adalah inovasi dalam bentuk pemberian pelatihan untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat desa dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah ada sebelumnya di Desa Pengotan, yaitu inovasi bunga kering (dried flower). Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan pelatihan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bunga potong yang bisa dikeringkan dan mempelajari cara mengeringkan bunga serta bagaimana menciptakan kreasi produk baru bunga kering seperti buket bunga, bros, tatakan gelas, gantungan kunci, dan produk lainnya. Program pelatihan diikuti oleh karyawan UMKM Keboenku serta  kelompok perempuan Desa Pengotan yang tergabung dalam kelompok PKK. 

Pelatihan dilakukan secara offline, melalui 2 (dua) metode yaitu metode ceramah dan diskusi, yaitu memperkenalkan pentingnya inovasi bunga kering dalam pemanfaatan bunga potong dan menyampaikan jenis-jenis inovasi bunga kering yang dapat dihasilkan. Kedua yaitu metode praktik, yaitu dengan mengajak peserta untuk praktik secara langsung menggunakan mesin dalam proses pengeringan bunga dan menghasilkan produk baru dengan nilai jual yang lebih tinggi. Diharapkan peserta pelatihan dapat melanjutkan proses pengeringan bunga dan lebih kreatif dalam menghasilkan produk dengan proses pengeringan bunga. Dengan kondisi seperti itu, tentunya akan berdampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat Desa Pengotan secara berkelanjutan.

Lihat Detail
Article Cover

30 April 2022

UMKM Sadar Finansial: Sukses Mengelola Keuangan untuk UMKM

Webinar Series UMKM Network kali ini diselenggarakan secara daring pada Kamis, 31 Maret 2022 dengan mengangkat tema “UMKM Sadar Finansial: Sukses Mengelola Keuangan untuk UMKM”. Acara dibuka oleh Dr. Muji Gunarto, S.Si., M.Si., selaku Dekan FEB Universitas Bina Darma Palembang dan Ketua FMI Korwil Sumatera Selatan. Pembicara pertama adalah Bapak Johanes Pungky D.H., S.T.P, M.M., Micro Financial Advisor, beliau menggarisbawahi bahwa penting bagi UMKM untuk disiplin memisahkan uang usaha dan uang rumah tangga dan melakukan pencatatan keuangan meskipun sederhana. Pembicara selanjutnya adalah Dra. Rita Suryawati, M.Si, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto, memaparkan mengenai arah kebijakan di bidang UMKM dalam hal SDM, akses pembiayaan, pemasaran, perizinan usaha, dan program-program pemberdayaan UMKM.

 

Pembicara terakhir adalah Bapak Muchamad Bashori, Micro Banking Cluster Manager Bank Mandiri,  yang menjelaskan bahwa pemerintah mendukung UMKM dalam hal pendanaan melalui Bank Mandiri dan dalam hal pendampingan inovasi usaha melalui Rumah Kreatif BUMN. Beliau juga memaparkan jenis-jenis pembiayaan UMKM yang tersedia beserta syarat-syarat pengajuannya yang telah dipermudah.

 

Webinar ini diselenggarakan oleh HR 24/7 dan Forum Manajemen Indonesia dengan Bapak Erwien Rahadiyanto, S.Si., M.PSDM. sebagai moderator didampingi Pendamping UMKM Ibu Nisfatul Izzah, S.E., M.A. dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta dan Ibu Nurhasanah, Ketua Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah Kota Blitar.

Lihat Detail
Article Cover

23 April 2022

Filosofi Asuransi untuk UMKM

Asuransi adalah salah satu instrumen keuangan untuk perlindungan diri dan pengalihan risiko. Namun, filosofi asuransi ini dapat diadaptasi sebagai strategi bisnis UMKM menyambut usainya pandemi Covid-19. Tujuannya tentu sederhana bagi UMKM, yaitu jangan sampai terjadi tragedi lagi walaupun krisis datang menghampiri. Istilahnya, jikalau terkena badai krisis kembali, UMKM tidak akan langsung gulung tikar.

 

Untuk mengadaptasi filosofi tersebut, UMKM perlu menerapkan taktik stratejik agar tahan terhadap ancaman apapun. Pertama, UMKM harus melakukan pengalihan risiko. Pengalihan risiko ini dapat dilakukan dengan cara memiliki bisnis pada bidang berbeda, memiliki alat produksi yang multi-fungsi, hingga memiliki kanal distribusi dan penjualan yang beragam. Taktik ini akan membantu UMKM agar tidak bergantung pada sumber daya tunggal saja.

 

Kedua, UMKM perlu mengalokasikan dana darurat. Dana darurat ini merupakan dana yang disiapkan untuk dapat melakukan 2-3 kali kegiatan operasional bulanan walaupun tanpa memperoleh pendapatan. Meskipun berat, dana darurat dapat memberikan UMKM waktu berpikir dan membuat rencana menghadapi krisis yang terjadi tanpa langsung menjadi bangkrut.

 

Filosofi asuransi ini juga memungkinkan UMKM memahami ketersediaan dana kas bebas sehingga dapat berinvestasi tanpa mengkhawatirkan kondisi operasional usaha. Penerapan filosofi ini juga membantu pengusaha UMKM untuk bertindak lebih bijak, rasional, dan tidak reaktif terhadap situasi yang terjadi. Krisis boleh terjadi, namun jangan sampai menjadi tragedi.

Lihat Detail
Article Cover

16 April 2022

Apakah Robot Sudah Menggantikan Peran Kita?

Jack Ma, founder Alibaba pernah bilang bahwa di zaman teknologi sekarang ini, dimana robot sudah mulai merangsak ke kehidupan kita dan mencuri pekerjaan-pekerjaan yang dulu kita kerjakan, kita harus mampu mengasah keterampilan yang tidak bisa digantikan oleh robot. Apa itu? Komunikasi dengan hati dan menggunakan emosi! Apa yang harus dimulai?

  1. Belajar mendengarkan dengan hati, menyimak semua pesan verbal dan non-verbal secara utuh sebelum bereaksi memberikan umpan balik. Hal ini mencegah adanya pemotongan pembicaraan, informasi sepotong yang sudah terhakimi, dan keputusan-keputusan berdasarkan informasi yang sepenggal.
  2. Berbicara runut dan jelas, dengan nada suara cenderung rendah dan perlahan.
  3. Gunakan bahasa tubuh yang tidak provokatif dalam setiap kondisi. Badan tegap, tangan lebih banyak “merengkuh” dan berkesan hangat. Mata menatap mata orang lain dengan teduh. Tangan cenderung terbuka dan tidak di dalam saku atau di belakang punggung atau dilipat di depan dada. 
  4. Menggunakan alat komunikasi dengan elegan; tulis dengan lengkap semua pesan, jangan disingkat, respon semua pesan yang masuk, saat berada bersama orang lain, singkirkan semua alat komunikasi, biasakan memiliki admin untuk Whatsapp Group.

 

Potensi konflik yang dapat dihindari:

  1. Nada tinggi dan kata-kata busuk keluar dari mulut, karena semua kemungkinan itu diredam oleh nada suara yang  merendah, bicara pelan, dan kata-kata yang tegas dan tetap sopan.
  2. Persoalan yang tidak tuntas, karena selalu tergiring untuk mencari solusi dengan pesan-pesan asertif; duduk dulu, ambil nafas, tangan yang “merengkuh” pihak lain terutama yang sedang tersulut emosinya, lalu dengarkan dengan seksama.
  3. Kepercayaan yang sulit kita dapatkan. 

 

Sebagai pimpinan perusahaan atau organisasi, kita membutuhkan “pengikut” yakni mereka yang bekerja pada kita, mereka yang bersama kita memperjuangkan satu tujuan dan mereka yang mau belajar pada kita. Sudah sepantasnya kita memberikan teladan, melalui pesan yang kita sampaikan sehari-hari dalam kata-kata, perbuatan, tulisan, dan bagaimana kita “memanusiakan” mereka lewat komunikasi yang tak bakal hilang ditelan teknologi. 

Lihat Detail
Article Cover

09 April 2022

BERBISNIS DAN MENCERDASKAN ANAK USIA DINI

Turut berpartisipasi memperkuat UMKM, Jurusan Manajemen Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) secara rutin melaksanakan Program Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (SCORE) Unpar yang dipimpin oleh Ibu Triyana Iskandarsyah, Dra., M.M. SCORE merupakan program yang dirintis International Labor Organization (ILO). Unpar mengenal Program SCORE tahun 2016 melalui Business and Export Development Organization (BEDO) dengan Bapak Jeff Kristianto sebagai Manajer Program dan Bapak Januar Rustandie sebagai Manajer Proyek SCORE Indonesia.

Saya turut berpartisipasi sebagai trainer dan coach dalam Program SCORE Unpar. Salah satu usaha mikro binaan adalah ‘Erica Ngecoz’. ‘Erica’ diambil dari nama pemilik usaha Rika Novianty dan ‘Ngecoz’ istilah bahasa Sunda berarti ‘menjahit’. Dari kegemarannya menjahit, Ibu Rika membuka usaha handycraft, membuat ‘busy book’, ‘pojok mendongeng’, dan produk pesanan dengan tema khusus, seperti replikasi makanan, alat peraga kedokteran, dll. Dalam proses pendampingan, muncul produk baru ‘sarung tangan mendongeng’.

Produk handmade ‘busy book’ berbentuk buku dari lembaran kain flannel yang setiap lembarnya dihias untuk edukasi motorik anak, seperti: menalikan tali sepatu. Kain ukuran 1mx2m ‘pojok mendongeng’ dihias sesuai kebutuhan. Juga ‘sarung tangan mendongeng’ dengan karakter berbeda pada tiap jari. Semuanya alat peraga literasi edukasi bagi guru PAUD. Sambil berbisnis, Ibu Rika turut mencerdaskan anak usia dini.

Lihat Detail
« Pertama ‹ Sebelumnya 1 3 4 5 6 7 10 Berikutnya › Terakhir »