BERITA

Article Cover

02 April 2022

UMKM Network “Bioteknologi: Prospek UMKM Masa Depan”

Webinar UMKM Network kali ini diselenggarakan secara daring pada Kamis, 24 Februari 2022 dengan mengangkat tema “Bioteknologi: Prospek UMKM Masa Depan”. Pembicara pertama adalah Bapak Khairul Ikhsan Effendi, pemilik UMKM Amplang Agro yang membagikan bagaimana beliau meningkatkan nilai produk cemilan lokal “Amplang” dari sisi kemasan dan digital marketing. Lalu Bapak Amak Muhamad Yaqoub, CEO PT. Spiralife Bioteknologi Indonesia memaparkan mengenai manfaat mikroalga, potensi investasi, dan tantangan bisnis mikroalga di Indonesia yang masih mengimpor dari negara-negara maju, padahal secara geografis Indonesia merupakan daerah yang cocok untuk pembudidayaan mikroalga.   Pembicara selanjutnya adalah Bapak Perry Angglishartono dari Jamu Iboe yang menceritakan mengenai perjalanan dan transformasi Jamu Iboe sehingga dapat bertahan selama 112 tahun yang menginspirasi bahwa kesuksesan tidaklah instant. Pembicara terakhir mewakili Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI, yaitu Ibu Yusra Egayanti, S.Si, Apt., M.P. dan Ibu Yeni Oktaviany, S.T.P., M.P. yang memaparkan bahwa BPOM memegang mandat untuk menjamin keamanan pangan termasuk pangan hasil penerapan bioteknologi untuk memastikan pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan bergizi. Penjaminan tersebut dilakukan melalui penetapan regulasi dan pengawasan.   Webinar ini diselenggarakan oleh HR 24/7 dengan Bapak Erwien Rahadiyanto, S.Si., M.PSDM. sebagai moderator didampingi Pendamping UMKM Dr. Dorothy Rouly Haratua Pandjaitan, S.E., M.Si. dari Universitas Lampung dan Dr (c). Pwee Leng, S.E., S.H., M.Kom. dari Universitas Petra Surabaya.

Lihat Detail
Article Cover

26 Maret 2022

UMKMN Webinar Series #8 “UMKM KEPULAUAN DAN LAHAN PRODUKTIF: Morotai – Ternate – Bacan di Maluku Utara”

Lahan potensial merupakan sebidang tanah yang dapat dikelola oleh manusia sehingga memberikan hasil yang tinggi dengan biaya pengelolaan minim. Lahan potensial adalah lahan pertanian yang produktif. Pemanfaatan lahan berpotensi untuk kegiatan yang bernilai ekonomi.

 

Potensi lahan memiliki arti penting untuk pengolahan lahan dan pemanfaatan lahan. Lahan yang memiliki potensi untuk pertanian dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas tinggi serta produksi tanaman pertanian yang banyak. Lahan memiliki potensi yang tinggi apabila lahan tersebut memiliki beberapa komponen yang mendukung. Komponen atau parameter tersebut antara lain berupa jenis tanah, jenis batuan, potensi hidrologi, kemiringan lereng, dan kerawanan bencana.

 

UMKM kelautan dan perikanan, merupakan sektor yang sangat berkontribusi dalam perekonomian nasional. Membangkitkan UMKM sektor kelautan dan perikanan tidak saja dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi sekaligus menjaga kelestarian dan keberlanjutan ekosistem. Potensi ekonomi dari sektor ini masih sangat tinggi. Terlebih dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, seperti ikan.

 

Sebagai kontribusi untuk mendukung dan memajukan UMKM Indonesia, HR 24/7 bekerja sama dengan Forum Manajemen Indonesia (FMI) menyelenggarakan webinar series yang bertajuk “UMKM Network”. Diharapkan melalui webinar ini para pelaku UMKM mendapatkan wawasan baru serta dapat mengembangkan jaringan bisnis.

 

PEMBICARA:
🗣️ Sherly Tjoanda
(Ketua TP-PPK Morotai)
🗣️ Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum.
(Rektor Universitas Khairun)
🗣️ Ibnu Munzar Soleman, S.H.
(Ketua Koperasi Nelayan Saruma Pesisir Jaya)

 

🗓️ Kamis, 14 April 2022
⏰ 13.00 – 15.00 WIT

 

Mari bergabung, dengan klik link registrasi dibawah ini:
https://bit.ly/UMKMN_8

 

Contact person:
Admin – 08113692471

Lihat Detail
Article Cover

24 Maret 2022

Pemanfaatan Teknologi Internet pada Proses Bisnis UMKM

Revolusi industri 4.0. tidak hanya merubah model bisnis dan pola kompetisi tetapi juga merombak proses bisnis dimana teknologi digital memiliki peran di dalamnya. Perubahan yang terjadi semakin nyata disaat pandemi Covid-19 melanda semua sektor.

 

Tantangan bagi para pelaku UMKM adalah tatkala Pemerintah di masa pandemi ini menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Work from Home (WFH), School from Home (SFH), hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal tersebut menimbulkan beberapa permasalahan bagi UMKM, antara lain adalah penurunan penjualan, permasalahan permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, penurunan produksi hingga Pemutusan Hubungan Kerja (Auliandri et al, 2022). Internet dengan akses informasi yang berlimpah mulai digunakan oleh UMKM untuk dapat beradaptasi di masa Pandemi Covid-19.

 

Berdasarkan teori Technology Acceptance Model (TAM), ketika teknologi dianggap bermanfaat dan mudah digunakan, maka hal ini akan menimbulkan sikap positif serta keinginan menggunakan teknologi dan selanjutnya menyebabkan adanya penerimaan dan penggunaan aktual dari teknologi tersebut (Taylor dan Todd, 1995)

 

Melihat dari perspektif teori tersebut, maka pemanfaatan Teknologi pada UMKM perlu memperhatikan kesiapan user pada proses bisnis, baik dari sisi pemilik UMKM, maupun dari sisi pelanggan UMKM, bahkan dari sisi supplier bahan baku UMKM.

 

Penelitian yang dilakukan oleh penulis di tahun 2021 di kabupaten Sumenep dan kabupaten Malang provinsi Jawa Timur, dari 337 responden UMKM yang telah menggunakan teknologi Internet pada proses bisnisnya, 55% responden menggunakan Telkomsel sebagai provider Internet. Responden sejumlah 65% menyebutkan bahwa internet telah membantu mereka untuk bisa mendapatkan beragam informasi positif untuk support keberlangsungan UMKM, utamanya 76% responden menjawab untuk mengetahui profil pelanggan potensial, dan 67% responden menyampaikan internet untuk menggali informasi tentang pesaing produk jasanya.

 

Namun, hanya 69% responden yang menyampaikan bahwa supplier mereka juga berinteraksi serupa dalam penggunaan internet. Hal tersebut menjelaskan bahwa belum semua stakeholder UMKM telah menggunakan Internet dalam proses bisnis mereka. Mayoritas responden UMKM yang diteliti adalah 93% usaha perseorangan berbentuk Usaha Dagang (UD), sehingga hal tersebut bisa merefleksikan bahwa skala usahanya adalah mikro, dengan 23% responden menyampaikan UMKM miliknya telah berdiri lebih dari 15 tahun, serta mayoritas 98% dari responden UMKM tersebut memilki pegawai antara 5-10 orang.

 

Semua data penelitian diatas dapat merefleksikan tentang Ekosistem Teknologi Berbasis Internet di UMKM. Potensi UMKM untuk berkembang sangat besar, terutama setelah adanya injeksi Teknologi Internet pada proses bisnis mereka. Namun, skala UMKM yang mikro, sehingga jumlahnya sangat banyak, membuat perlu adanya upaya pihak terkait untuk bisa melakukan Orkestrasi optimasi Teknologi Internet pada UMKM tersebut secara merata. Kerjasama Triple-Helix antara Akademisi, Korporasi dan Pemerintah bisa dijadikan salah satu solusi untuk mengakselerasi optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Internet pada UMKM di Indonesia.

 

Penulis:

T. Aria Auliandri, S.E., M.Sc.

[email protected]

Pengurus Pusat – Forum Manajemen Indonesia

Dosen – Universitas Airlangga, Dept. Manajemen, Fakultas Ekonomi & Bisnis

Co-Founder & Editor Jurnal INOBIS inovasi Bisnis & Manajemen indeonesia

Lihat Detail
Article Cover

12 Maret 2022

Skenario Bisnis Ala Usaha UMKM

Jika mendengar kata skenario, maka pikiran kita tertuju pada dunia sinematografi. Skenario dibayangkan sebagai alur naskah yang berisi adegan sebuah drama, sandiwara, atau film. Namun, skenario bukan hanya milik industri film saja. Skenario dapat diterapkan juga dalam bisnis skala mikro, kecil, hingga raksasa.

 

Skenario bisnis adalah upaya sederhana untuk mengidentifikasi potensi risiko yang dapat dialami bisnis. Skenario ini membantu bisnis mempersiapkan diri terhadap potensi masalah di masa depan. Jika bisnis mampu menyusun skenario dengan baik, maka bisnis tersebut sedang membangun jaminan untuk siaga terhadap situasi apapun di masa mendatang. 

 

Keuntungan memiliki skenario bisnis bagi sebuah usaha terutama UMKM sangat beragam. Salah satu keuntungannya adalah UMKM tidak reaktif atas perubahan yang terjadi secara mendadak di pasar. Misalnya, UMKM tidak mudah untuk menaikkan harga ketika biaya bahan baku naik, atau tidak ringan tangan memecat pegawai jika biaya operasional membengkak. 

 

Untuk memperoleh skenario bisnis yang baik, maka UMKM perlu menampakkan risiko yang ada secara nyata. Setiap dugaan masalah yang mungkin muncul, harus dibahas dan disiapkan rencana untuk menghadapinya. Skenario yang baik adalah skenario yang mempertimbangkan profil risiko pengusaha, kemampuan perusahaan, dan tren pasar. Skenario pun akan membantu pengusaha memahami situasi secara lebih objektif, sehingga keputusan bisnisnya pun akan menjadi lebih rasional.

Lihat Detail
« Pertama ‹ Sebelumnya 1 4 5 6 7 8 10 Berikutnya › Terakhir »