12 Juni 2021
NEW NORMAL, NEW INTERNAL COMMUNICATION STRATEGY?
PERAN PENTING KOMUNIKASI INTERNAL DALAM UPAYA PERUSAHAAN MENGHADAPI PERUBAHAN ZAMAN. Menjelang era new normal akibat pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang seharusnya sadar akan perubahan terhadap berbagai bentuk sisi strategi perusahaan mereka. Maka dari itu, dalam forum diskusi kali ini, “Santi Talk” mengangkat sebuah tema yaitu “NEW NORMAL, NEW INTERNAL COMMUNICATION STRATEGY? PERAN PENTING KOMUNIKASI INTERNAL DALAM UPAYA PERUSAHAAN MENGHADAPI PERUBAHAN ZAMAN”. Hadir beberapa pembicara seperti Niken Racmad dan Imron Zuhri sebagai narasumber kali ini. Dalam forum diskusi “Santi Talk” edisi tersebut, Niken Racmad memaparkan materi mengenai perubahan yang sangat besar di masa era pandemi covid-19 seperti saat ini. Pada dasarnya, salah satu cara untuk terus maju adalah dengan mengikuti perkembangan zaman sambil terus berinovasi. Beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi bukan hanya sekedar apa yang kita bahas ketika ada masalah yang muncul, namun komunikasi inilah yang seharusnya sering kita lakukan untuk memunculkan sebuah jalan keluar dan inovasi. Bahkan, dari komunikasi ini akan muncul berbagai ide, baik dari kalangan bawah maupun atas. Dalam kontribusinya sendiri, komunikasi dapat menyampaikan sebuah informasi dengan lancar oleh individu-individu yang cakap dalam mengelolanya. Kemudian, budaya dialog ini adalah salah satu arah yang paling ampuh untuk menyelesaikan sebuah konflik. Pada dasarnya komunikasi internal ini lebih penting dari berbagai sisi. Di sisi lain, Imron Zuhri menyampaikan beberapa pendapatnya tentang upaya perusahaan dalam menghadapi perubahan zaman. Imran berpendapat bahwa Employee Participant dan Continues Learning ini bisa ditunjang dari segi objektif dalam perusahaan agar perusahaan bisa bertahan. Kedua hal itu harus dimasukkan, dikomunikasikan, dan disimpan supaya tahu apa yang harus dilakukan sampai penyelesaiannya. Selanjutnya, pemahaman tentang channel komunikasi seharusnya juga perlu ditingkatkan sesuai dengan era digitalisasi global. Hal lainnya adalah manfaat dari internal horizontal komunikasi yaitu memotong keputusan hiraiki, membuat orang lebih produktif dan efektif dalam waktu, mengurangi resiko kegagalan atau penundaan. Di lain sisi, dari segi negatifnya sendiri, dimana kepemimpinan yang diperlukan itu menuntun pada kecemasan dan ketidakamanan tentang siapa yang benar-benar bertanggung jawab. Kemudian, ketika situasi kebutuhan terjadi, dan pendekatan silo untuk memberikan interpretasi individu dan strategi bisnis penawaran.
04 Mei 2021
Halal Lifestyle, Terobosan Baru Industri Dikalangan Pasar Global
Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meluncurkan varian podcast terbaru untuk mengisi hari-hari di bulan suci Ramadhan. Kali ini podcast perdana The Sharia berjudul “Underground Issues of Halal Lifestyle”. Hadir sebagai narasumber Dr Yono Haryono sebagai Ekonom Senior dan anggota BPH Dewan Dewan Syariah Nasional MUI, Umi Waheeda sebagai PP Al Ashriyyah Nurul Iman dan Dewan Pembina Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN), serta Dr. Muhammad Nafik H.R., S.E., M.Si, sebagai Ketua Umum Majelis Pengurus Majelis Sarjana Ekonomi Islam (MASEI) dan Host The Sharia. Acara ini diselenggarakan pada Senin, 3 Mei 2021.
Umi menjelaskan bahwa halal tidak hanya menyangkut tentang makanan, tapi juga fashion. “Jika kita memakai fashion yang terbuat dari bahan tidak halal, maka akan menjadikan kita menjadi berat untuk beribadah dan menjadi was was dalam hidup,” ungkapnya. Selain itu gaya hidup yang halal mengundang beberapa manfaat secara tidak langsung pada individu, yakni mendapat ridho allah, membentuk akhlaqul karimah, membawa ketenangan hidup, kesehatan tetap akan terjaga, serta akan memperoleh rezeki yang berkah baik untuk dunia maupun akhirat.
Sementara Yono menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi produk halal yang didukung oleh jumlah mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Namun Indonesia masih kalah bersaing dengan Malaysia pada produk-produk halal berskala global. Hal ini memang terkait dengan lifestyle antara pemerintah yang terfokus pada kebijakan halal dengan lifestyle masyarakat linier. Produk-produk Malaysia bahkan sudah memiliki sertifikasi halal secara global, dimana masih sulit ditemukan pada produk di Indonesia.
Dalam bidang keuangan syariah sendiri, hasilnya tidak selalu menggembirakan. Hal ini dinilai bahwa ada yang salah pada penerapan masterplan keuangan syariah di Indonesia. Salah satunya yakni membangun sistem perbankan yang bagus dengan fasilitas mewah namun lupa berfokus pada menerapkan bagaimana keuangan syariah bisa memberdayakan ekonomi rakyat kecil. Sementara itu, untuk mengembangkan industri halal menjadi sebuah gaya hidup/lifestyle, harus difokuskan kepada masyarakat terlebih dahulu. Salah satu yang paling dasar yakni preferensi memilih kebutuhan pokok, seperti bahan makanan pokok yang bersertifikasi halal.
11 Oktober 2020
MANAGING STRESS IN VUCA WORLD
Selama menghadapi pandemi Covid-19, tentunya banyak perubahan secara besar-besaran terutama terhadap kepribadian mental dan keseharian kita. Pada edisi ini, International Webinar mengadakan sebuah forum diskusi yang mengangkat sebuah tema “Managing Stress in Vuca World” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2020. Beberapa narasumber hadir seperti Berta Esti Ari Prasetya, S.Psi., MA. (Dean of Faculty of Psychology at Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga), Dr. Tarita Shankar (Chairperson at Indira Group of Institutes), Dr. Ichlas Nanang Afandi, S.Psi., MA. (Lecture of the Department of Psychology at Universitas Hassanuddin, expertise in Social Psychology), Dr Yajyoti Singh (Developmental Psychology & Sp Educator).
Sesuai dengan tema kali ini, Tarita Shankar mengungkapkan bahwa pengelolaan tingkatan stres terhadap diri kita sendiri selama masa pandemi pada dasarnya tergantung bagaimana kita mengatur berbagai sisi dari diri kita sendiri. Beberapa persoalan yang pastimya dapat membatu kita selama masa pandemi seperti saat ini, salah satunya yaitu disiplin terhadap diri kita sendiri yang merupakan suatu kualitas penting secara pribadi. Kemudian, kesehatan yang baik juga berpengaruh terhadap kedisiplinan dan kesehatan mental. Tidak hanya menjaga kesehatan mental saja, namun juga untuk menjaga kestabilan diri kita. Dalam lingkup kesehatan secara psikologi seharusnya tidak luput dari peningkatan kualitas. Selain itu, percaya diri terhadap diri sendiri dalam berbagai situasi merupakan salah satu mental yang harus dijaga dan juga dikembangkan terutama dalam keadaan pendemi seperti saat ini.
Selain itu, Ichlas Nanang Afandi juga menyampaikan bahwa dalam mengalami krisis dan perubahan sosial seperti saat ini tentunya kita harus mengetahui bagaimana cara kita menghadapinya, seperti menerima krisis dan perubahan sosial sebagai kenyataan, membina empati, patuhi aturan seperti protokol kesehatan yang berlaku. Di sisi lain, Yajyoti Singh menyampaikan bahwa tingkat emosional yang sangat tinggi saat ini akibat dari kehilangan pekerjaan dan jauh dari keluarga akibat dari pandemi covid-19. Untuk menjaga mental dan terus maju kita tidak perlu melihat ke belakang, tetapi melihat apa yang ada di depan, karena itu merupakan hal yang paling penting.
13 September 2020
Hard Truth of Change Management
Dunia manajemen mempunyai segudang strategi dan berbagai pengetahuan, khususnya untuk meningkatkan sebuah pengelolaan dalam sebuah organisasi. International Webinar kali ini mengangkat sebuah tema yaitu “Hard Truth of Change Management”. Hadir beberapa narasumber, salah satunya yaitu Prof. Uichol Kim, PhD. (Professor College of Bussines Administration Inha University, Korea).
Beberapa pendapat dari para narasumber seperti yang disampaikan Hilman Wirawan bahwa ada tiga persoalan seperti dampak dari kepemimpinan di organisasi, organisasi perubahan pembahasan terkini, dan penelitian di masa depan. Tiga hal ini memiliki resiko masing-masing dan tentunya mempunyai beberapa solusi yang mungkin dapat membantu sebuah organisasi seperti melatih karyawan atau anggota untuk meningkatkan kreatifitas dan fleksibilitas, kemudian memulihkan sumber daya psikologis karyawan seperti dukungan organisasi atau meningkatkan modal psikologis.
Disisi lain, Prof. Uichol Kim memaparkan tentang change management. Mengutip dari Bapak Management yaitu Peter Drucker tentang masa depan “cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah menciptakannya”. Kreatifitas di sini sangat dibutuhkan,beberapa tokoh besar seperti Steve Job dengan smartphone-nya. Dia dapat mengontrol masa depan dan mengeluarkan sebuah ide dengan membuat smartphone pertama pada masanya.
Selain itu, beliau juga memaparkan tentang management. Apa itu management?. Management adalah melakukan hal-hal dengan benar dan kepemimpinan melakukan hal yang benar. Dengan menyatukan sebuah tim dalam satu gerakan yaitu lakukan hal yang benar dan lakukan dengan baik. Selanjutnya adalah dalam lingkup bisnis. Bisnis merupakan kegiatan yang meningkatkan keuntungan selama bisnis tetap berada dalam aturan permainannya.
Untuk bertahan dalam permainan, kita harus memiliki dua tujuan seperti pemasaran dan inovasi. Pemasaran dan inovasi menghasilkan uang, menghasilkan penjualan, dan menghasilkan laba. Kemudian, dalam bidang pemasaran, beliau menyampaikan bahwa pemasaran bukanlah fungsi, melainkan sama seperti seluruh bisnis yang dilihat dari sudut pandang pelanggan. Setiap tempat memiliki strategi pemasaran yang berbeda, seperti Elon Musk dengan perusahaan Tesla-nya dan Steve Job dengan smartphone-nya. Kedua pihak tersebut tentu memiliki strategi pemasaran yang berbeda, namun tetap mempertahankan kualitas. Hal ini disebabkan oleh karena sumber daya utama dalam pembangunan ekonomi adalah manusia, bukan bahan baku yang mengembangkan ekonomi.
16 Agustus 2020
Applied Positive Organizational Psychology
Internasional Webinar kembali diselenggarakan dengan mengangkat sebuah tema “Applied Positive Organizational Psychology”. Hadir beberapa pembicara pada webinar kali ini seperti Vicki Cabrera (Expert in Positive Organizational Psychology, Claremont Graduate School, Executive Committee of Internatioal Positive Psychology Association (IPPA), Work and Orgaizational Division), Prof. Dr. Hj, Sri Iswati., S.E., M.Si., Ak, (Director of Postgrraduate School Universitas Airlangga), dan Anton Sudarisman (HR ad OD Expert, Postgraduate School UNAIR, Former Senior Manager HR and OD Newmont Mining).
Beberapa narasumber menyampaikan pendapatnya, Vicki menyampaikan tentang Psikologi Organisasi Positif, yang dijelaskan menjadi beberapa bagian. Bagian pertama merupakan penyelidikan yang penuh dengan apresiasi seperti pendekatan kolaboratif dan berbasis kekuatan untuk perubahan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat positif. Beliau juga menyampaikan tentang sebuah prinsip yang baik yaitu perubahan memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat positif dan mengarah kepada ikatan sosial. Segala hal unsur positif mempegaruhi perubahan besar secara menyeluruh pada semua pihak.
Selain itu, dalam Psikologi sendiri yang menjadi tokoh utama adalah diri anda sendiri. Seperti yang disampaiakan oleh Vicki bahwa diri kita mempuyai peran penting yang memiliki beberapa bagian dalam pengaruh Psikologi Positif kita sendiri seperti, hope dalam diri kita yang mampu mencapai tujuan seperti yang diinginkan supaya berhasil. Kemudian ada Self-Efficacy, yaitu keyakian pada kemampuan diri kita untuk menempatkan upaya keberhasilan dalam sebuah target. Kemudian ada optimism, yaitu kita harus percaya terhadap diri kita sendiri dari titik sekarang sampai kedepanya.
Membangun Psikologi sendiri merupakan suatu hal penting. Sama halnya dengan membuat big planning untuk ke depan seperti, tetapkan gol-gol atau tujuan yang jelas bagi diri kita sendiri secara cerdas, dapat diukur, dapat dicapai, berdasarkan waktu yang relevan dan juga nilestone terhadap gol-gol tersebut untuk mengukur sampai mana kemajuan kita. Kemudian memikirkan cara yang paling ampuh untuk menghadapi berbagai macam masalah yang akan datang nantinya supaya kita tetap fokus pada apa yang kita bisa dan melihat situasi untuk kemudian membuat rencana realistis guna menghadapinya.
05 Juli 2020
CHANGE THE WORLD WITH A POSITIVE PERSPECTIVE
Beberapa perubahan yang signifikan dari akbiat berkembangnya era globalisasi seperti saat ini merupakan sebuah batu loncatan yang sangat besar bagi umat manusia dari berbagai sisi. Pada webinar kali ini mengangkat sebuah tema “CHANGE THE WORLD WITH A POSITIVE PERSPECTIVE”. Hadir beberapa narasumber seperti Nadiya Afifah Nigata Ramadhani (Bachelor of Psychology , Consultant HR at TATA Consultancy Service India), Rizki Aqdami Kurnia (Bachelor of Statistic : Training Division Staff at Directorate Human Resource Airlangga).
Beberapa narasumber menyampaikan pendapatnya tentang perubahan dunia dari segi positif akibat dari globalisasi, Purnawan berpendapat bahwa pengaruh dari perubahan globalisasi baik dari segi negativ maupun positif mempunyai pengaruh yang sangat luas. Asal muasal dari perubahan besar ini adalah kreatifitas dari orang yang kreatif dan inovatif agar tetap mengikuti perubahan. Sebagai contoh perkembangan dari segi modernisasi terhadap pelayanan umum. seperti halnya ojek online yang dulunya hanya mangkal di tempat pangkalan sekarang bisa didatangkan ke tempat kita. Selain itu, dari kerjasama antar negara yang bisa membuat regulasi dengan membuat perjanjian yang saling menguntungkan seperti mengirim ataupun bertukar tenaga kerja. Dengan membangun hubungan antar organisasi maka secara otomatis kita telah membuat perkembangan secara perlahan terhadap yang bersangkutan dengan oragnisasi tersebut.
Disisi lain, Nadiya Afifah Nigata membahas tentang bagaimana menjadi bagian dari keberagaman. Beberapa perbedaan yang di bagi menjadi tiga hal seperti prejudice, stereotyping, discrimination conflicts, dan violence. Keberagaman deversity merupakan alat yang kuat untuk mencegah isu-isu sosial yang terjadi belakangan ini, terutama karena keberagaman. Dibidang industri dan organisasi sendiri banyak membuka perekrutan dari berbagai negara yang otomatis memiliki perbedaan, dan dari sini maka terciptalah homogen. Namun, dari keberagaman ini maka sebuah organisasi mempunyai kinerja yang bagus.
Selain itu, Aqdam juga berpendapat bahwa sebagai generasi milenial kita harusnya mempunyai soft skill, hard skill, dan core skill. Ketiga hal ini merupakan bentuk dari kebutuhan milenial pada era globalisasi saat ini. selain dari segi skill untuk generasi milenial kita juga membutuhkan grit, grit yang merupakan gabungan dari ketekunan, pashion memiliki peran aktif dalam era globalisasi saat ini.