13 Agustus 2022
Pengelolaan Lahan Kosong untuk Meningkatkan Kontribusi Usaha Mikro pada Ketahanan Desa
Desa secara definisi adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, yang diakui serta dihormati dalam sistem pemerintahan. Sebagai bentuk peningkatan ketahanan, perlu dilakukan pengelolaan potensi desa. Tujuan pengelolaan potensi desa adalah pemerataan kesejahteraan sehingga mampu meminimalisir kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan. Dengan membangun ekonomi pedesaan yang maju, masyarakat akan memiliki kemandirian dalam hal memajukan desa. Industri kreatif merupakan salah satu cara yang efisien dalam rangka memberdayakan masyarakat desa. Sehingga, pada suatu masa tertentu, kita tidak lagi mengenal istilah desa tertinggal, atau urbanisasi yang berlebihan, dimana masyarakat pedesaan merantau ke kota hanya untuk mencari pekerjaan. Masyarakat secara umum juga perlu diberikan kesempatan dan diberdayakan untuk percepatan kesetaraan kemakmuran masyarakat desa. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pengelolaan lahan kosong oleh pemilik usaha mikro. Contoh riil dari pemanfaatan ini adalah sebagai lahan parkir, apotek hidup, bisnis tanah kaveling, disewakan sebagai tempat tinggal, hunian, ternak, maupun penyediaan ruang kreatif. Dalam memulai pemanfaatan lahan kosong ini, perlu diperhatikan unsur legalitas tempat, prospek bisnis, dan modal usaha. Khususnya melalui usaha mikro. Usaha mikro memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dan keberadaannya yang sangat dekat dengan masyarakat, sehingga memudahkan untuk pengembangan dan pengawasan usahanya. Usaha mikro, dengan kontribusi pada PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 61%, memiliki potensi menggerakkan ekonomi masyarakat desa yang cukup besar. Data BPS 2021 menunjukkan bahwa Indonesia,dengan 34 provinsi, memiliki wilayah administrasi setara desa sebanyak 83.843 desa. Indeks desa maju yang dimuat pada database Kemendes pada tahun 2022, memiliki beberapa dimensi yang terdiri dari dimensi kesehatan, pendidikan, modal sosial, pemukiman, keragaman produksi, perdagangan, akses distribusi, akses kredit, lembaga ekonomi, keterbukaan wilayah, kualitas lingkungan, potensi, dan tanggap bencana. Desa di Indonesia memiliki klasifikasi 4.44% desa mandiri, 20.75% desa maju, 51.57% desa berkembang, 16.49% desa tertinggal, dan 6.75% desa sangat tertinggal. Sebanyak 17.162 desa tertinggal dan sangat tertinggal perlu menjadi perhatian lebih semua pihak. Literasi tentang pengembangan usaha mikro dengan cara pemanfaatan lahan kosong di desa masih sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat sebagai peluang yang baik bagi para akademisi untuk melakukan kajian ilmiah dan implementasi usaha mikro tepat sasaran bagi para praktisi.
06 Agustus 2022
KOLABORASI DENGAN BUMDESA, PELUANG UMKM UNTUK BERDAYA
Ketimpangan dalam hal sumber daya manusia antara perkotaan dan pedesaan sepertinya akan selalu menarik untuk dibahas. Termasuk juga apabila kita membahas tentang level daya saing antara UMKM pedesaan dengan yang ada di perkotaan. UMKM pedesaan cenderung memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas SDM baik kewirausahaan maupun manajerial usaha. Tidak sedikit dari mereka menjalani usaha hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari namun hampir menghabiskan seluruh waktu mereka. Kondisi itu sendiri kadang masih belum bisa menyelesaikan kendala umum dari UMKM pedesaan yaitu minimnya kapasitas dan konsistensi kualitas produksi, keterbatasan akses pemasaran dan pendanaan, serta kecakapan dalam pengelolaan keuangan usaha.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah solusi strategis yang dapat membantu mereka mendorong diri mereka sendiri lebih jauh lagi. Salah satunya adalah dengan merapikan manajemen atau akses terhadap jejaring dan kolaborasi. Kita juga cukup memahami bahwa ada ketimpangan antara desa dengan kota, bahkan di dalam desa itu sendiri. Sehingga dibutuhkan sebuah alternatif jejaring kolaborasi yang lebih condong berpihak kepada masyarakat desa yang kurang diuntungkan. BUMDes kemudian sering disebut sebagai solusi mujarab yang bisa menjawab permasalahan yang terkait dengan kemandirian ekonomi desa dimana UMKM juga termasuk di dalamnya.
BUMDes sebagai badan usaha, seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa. Sehingga diharapkan berkembangnya BUMDes ini juga akan selaras dengan tercapainya tujuan desa untuk bisa mensejahterakan masyarakatnya. Permendesa PDTT Nomor 4 tahun 2015 Pasal 19 menyebutkan bahwa Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dapat menjalankan bisnis sosial (social business) sederhana yang memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dengan memperoleh keuntungan finansial. Walaupun dijalankan dengan menyertakan misi sosial dalam proses bisnisnya, BUMDes diamanatkan untuk bisa dijalankan secara profesional dengan dikelola oleh orang yang kompeten.
Keberadaan BUMDes ini yang kemudian diharapkan bisa mengambil peluang untuk menyelesaikan permasalahan dari UMKM pedesaan maupun bisa menghasilkan keuntungan finansial. Dalam suatu kawasan dimana roda ekonomi berputar, asas permintaan dan penawaran akan selalu ada. Sehingga memungkinkan bagi sebuah rantai pasok maupun rantai nilai bisa bergerak menjawab asas tersebut. Kita ambil contoh ada sebuah desa yang terkenal sebagai pusat kerajinan anyaman terdiri dari para UMKM yang bekerja sehari-hari dalam memproduksi kerajinan. Dengan kendala-kendala UMKM yang sudah dijelaskan di atas, sangat besar potensi bagi BUMDes menyediakan layanan yang masuk dalam rantai nilai dari UMKM itu sendiri. Anggap saja layanan yang BUMDes bisa sediakan seperti penyedia pasokan bahan baku anyaman, pengemasan barang jadi, pembukaan akses terhadap pasar maupun peningkatan kapasitas UMKM itu sendiri.
Saat ini mungkin peran tersebut sudah diambil oleh perusahaan lain yang levelnya sudah lebih besar, sehingga pentingnya BUMDes untuk ikut terlibat adalah melindungi perilaku eksploitatif oknum perusahaan yang hanya fokus pada keuntungan yang sebesar-besarnya. Walaupun tantangan pengembangan BUMDes juga tidak mudah, adanya BUMDes yang kuat dan lebih mendukung UMKM diharapkan bisa saling menguatkan ekonomi desa. Nilai sosial dan ekonomi yang diusung tersebut pula yang diharapkan bisa menghasilkan keuntungan kembali untuk pengembangan desa.
30 Juli 2022
Wawancara dengan Soekaryo, S.H., M.M.
Program Unggulan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur
Fokus program prioritas dari Gubernur Jawa Timur adalah penanganan kemiskinan melalui Jatim Puspa dan Jatim Berdaya. Jatim Puspa merupakan program meningkatkan masyarakat yang sudah tergraduasi dari Dinas Sosial menjadi prasejahtera. Bantuan 2,5 juta diberikan untuk usahanya dengan didampingi aktivis di desa supaya bisa menjadi masyarakat yang mandiri. Sedangkan Jatim Berdaya adalah penghargaan untuk desa mandiri berupa bantuan sebesar 100 juta per desa untuk mem-branding usaha yang ada di desa tersebut supaya kemandiriannya bisa berkelanjutan dan tingkat perekonomian desa meningkat
Kendala BUMDesa
Menurut beliau, kendala pertama dari sisi sumber daya manusia dimana kemampuan manajemen usaha masih rendah karena keterbatasan pendidikan. Oleh karena itu Dinas PMD berupaya meningkatkan kompetensi dalam hal penyusunan laporan keuangan dengan menjalin MOU dengan STAN untuk 300 BUMDes dibimbing dalam pembuatan laporan keuangan. Diharapkan dengan laporan keuangan yang baik, BUMDes dapat bekerja sama dengan pihak ketiga seperti perbankan untuk mengembangkan usahanya. Kendala lainnya adalah modal yang kecil dan hanya satu bidang usaha. Dinas PMD mendampingi dalam hal koneksitas dengan BNI, PT. POS, dan Bank Jatim untuk peningkatan modal. Dari sisi kelembagaan, kendalanya adalah tidak bisa percepatan karena petugas di Kementerian yang terbatas. Sehingga dari 4000 yang mengajukan, yang terverifikasi sertifikat badan hukumnya baru 800.
Aplikasi Klinik BUMDes
Dinas PMD mendampingi BUMDes untuk dapat meningkatkan status BUMDes dari pemula menjadi berkembang lalu maju melalui aplikasi Klinik BUMDes. Aplikasi Klinik BUMDes berisi tutorial-tutorial dari para ahli yang berguna untuk peningkatan kinerja BUMDes. Karena aplikasi Klinik BUMDes ini, Dinas PMD Jatim diundang untuk memaparkan Klinik BUMDes untuk direplikasi di provinsi lain.
Desa Berprestasi di Jawa Timur
Desa Sanankerto di Kabupaten Malang meraih penghargaan tingkat ASEAN, hal ini tak lepas dari kontribusi BUMDesnya yaitu Boon Pring. Kunci keberhasilannya adalah sinergitas pengelola Boon Pring bersama Kepala Desa dan tokoh masyarakat Sanankerto yang satu visi. Kedua, sebagai tempat wisata, Boon Pring melibatkan masyarakat sekitar untuk berjualan dan menampung UMKM beserta produkproduknya untuk dipasarkan. Akuntabilitas laporan keuangannya baik serta optimalisasi pemanfaatan Klinik BUMDes mengantarkan Boon Pring sebagai BUMDes maju terbaik. Desa berprestasi lainnya adalah Desa Sekapuk, di Gresik, dimana seluruh elemen masyarakat dari RT, RW, dan Direktur BUMDes ikut berpartisipasi untuk kemajuan desa. Dari dua contoh desa berprestasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku desa yang maju adalah sinergi pengelola BUMDes dan Kepala Desa yang baik serta transparansi, sehingga masyarakat akan berinvestasi pada BUMDes untuk kemajuan desa. Dan tentunya penggunaan aplikasi Klinik BUMDes yang akan meningkatkan kinerja BUMDes. (O2)
23 Juli 2022
Wawancara dengan Prof. Dr. Isfenti Sadalia, M.E.
Dinamika dan rencana FMI Korwil Sumatera Utara
Dibawah nahkoda Prof. Fenti, begitu biasa beliau dipanggil, FMI Korwil Sumatera Utara merangkul universitas-universitas swasta di Medan untuk bekerja sama melakukan kegiatan-kegiatan terutama yang bersinggungan dengan akreditasi. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain visiting lecturer, sharing ilmu, jurnal, webinar, dan sebagainya. Kerja sama universitas-universitas ini dituangkan dalam MOU. Kegiatan yang sedang berlangsung saat ini adalah kompetisi internasional non akademik, yaitu Tik Tok, vlog, dan fotografi, dimana terdapat peserta dari Malaysia, Korea, Pakistan, dan juga Jepang.
FMI Korwil Sumatera Utara juga sedang dalam proses pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi yang sudah diinisiasi sejak 2 tahun yang lalu. KKNI yang diajukan antara lain Pendamping Kewirausahaan, Digital Marketing, dan Kewirausahaan.
Peran Universitas Sumatera Utara untuk memajukan UMKM
Universitas Sumatera Utara berfokus untuk memajukan UMKM dengan adanya Lembaga Inovasi dan Inkubasi Teknologi Bisnis (LINKS) dan Student Entrepreneuship Centre (SEC). Selain itu juga Universitas Sumatera Utara memiliki program studi S1 Kewirausahaan. Pembinaan diutamakan pada UMKM sekitar dan produk-produk Universitas Sumatera Utara.
UMKM di Sumatera Utara
UMKM yang banyak di Medan adalah bidang kuliner. Pandemi cukup berdampak pada UMKM bidang kuliner terutama pada awal-awal pandemi dimana bisnis kuliner dibatasi bahkan tidak diizinkan untuk membuka usaha. Industri kreatif, seperti kain songket dan tenunan juga mengalami penurunan karena tidak ada pesta yang boleh digelar.
UMKM kemudian muncul dengan ide produk hampers dan sekarang hampers selalu ada untuk setiap event atau perayaan. Ini adalah salah satu dampak positif dari pandemi yaitu menjadikan masyarakat lebih kreatif.
Menurut beliau, disinilah peran pembinaan UMKM untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang yang serba online. Dari hasil penelitian di awal pandemi bahwa masyarakat lebih suka tatap muka dalam berbelanja. Namun sekarang masyarakat telah beradaptasi dengan penjualan berbasis online.
Namun tidak dipungkiri bahwa masih ada sebagian masyarakat yang sulit untuk bisa dibawa naik kelas seperti masyarakat di salah satu daerah pesisir Sumatera Utara yang menurut beliau cukup berpotensi dengan adanya produk terasi dan kerupuk mangrove yang mereka hasilkan serta wisata pemancingan yang ada. Tetapi karena budaya masyarakatnya yang menolak hal baru seperti digital marketing dan finance technology, pertumbuhan UMKM menjadi lambat.
Prof. Dr. Isfenti Sadalia, M.E.
Ketua Forum Manajemen Indonesia Koordinator Wilayah Sumatera Utara
Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
16 Juli 2022
Kopi sebagai Niche Market di Maluku Utara
Beberapa tahun belakangan ini kopi menjadi sektor yang esensial pada kehidupan masyarakat Indonesia, hal ini bisa dilihat dari merambahnya kedai kopi dibeberapa tempat di Indonesia, khususnya di Ternate. Rotasi_colab merupakan pelopor kedai kopi yang sukses memanfaatkan sektor kopi sebagai lahan bisnis. Fitra dan 2 rekannya merintis usaha kopi pada tahun 2015, dan memiliki kedai kopi sendiri di tahun 2020. Uniknya usaha ini dimulai dengan hobi minum kopi. “Berawal dari hobi minum kopi, lama-kelamaan saya tertarik untuk mempelajari lebih jauh terkait kopi sampai mengikuti sekolah, pelatihan, bahkan sertifikasinya, akhirnya berpikir untuk menghasilkan uang dari kopi. Ditambah ada mimpi besar mengembangkan kopi Maluku Utara yang sampai sejauh ini belum dikembangkan secara baik dan maksimal.”
Namun dalam usaha kedai kopi di Ternate memiliki kendala terhadap logistik dan masyarakat belum teredukasi tentang kopi, selain itu jumlah penduduk di Ternate yang tidak begitu besar pada akhirnya pangsa pasar juga tidak sebesar kota-kota besar di Pulau Jawa, akan tetapi Fitra dan rekannya berusaha membangun ekosistem kopi di Ternate, investasi mesin roasting dan terus berinovasi. “Inovasi kami diproduk minuman kami coba dengan produk mocktail coffee non alcohol dengan menggunakan bahan-bahan rempah lokal, selain itu kami juga berinovasi dalam produk es kopi susu dengan menggunakan sirup-sirup lokal turun-temurun, mengingat potensi niche market pada usaha kedai kopi di Ternate masih sangat menjanjikan.”
09 Juli 2022
Sulam Usus ala Lampung
Sai Bumi Ruwa Jurai. Motto tersebut dimiliki oleh Provinsi Lampung, provinsi paling selatan di Pulau Sumatra. Motto tersebut mengandung arti Bumi Lampung sebagai rumah tangga agung yang didiami oleh dua jurai masyarakat adat yaitu Pepadun dan Saibatin. Nilai adat yang tinggi ini juga mengilhami kekayaan budaya tradisional di Lampung, walaupun belum menggapai popularitas setara dengan beberapa seni nusantara lainnya.
Selain terkenal dengan kain tapis dan produk siger, Lampung ternyata juga menyimpan suatu kekhasan dalam wastra nusantara yaitu teknik sulam usus. Salah satu UKM yang produktif dalam menghasilkan sulam usus ini adalah Elfira Collection yang dijalankan oleh Bapak Yusuf. Muhammad Yusuf Masroh, nama lengkap beliau, mengawali usaha ini di daerah Hajimena, Lampung Selatan sejak tahun 1998. Mengambil nama Elfira Collection, Bapak Yusuf konsisten memproduksi produk sulam usus sebagai salah satu komoditas unggulan yang membawa nilai tradisional untuk dapat diadaptasi secara modern.
Sulam usus merupakan suatu teknik sulaman khas Lampung yang diterapkan pada bahan kain satin dengan model usus ayam dalam motif yang berbeda-beda. Teknik sulam usus ini dapat dipadukan dengan berbagai pakaian adat maupun pakaian modern seperti kebaya atau gaun dan dapat dikombinasikan dengan produk kain apapun.
Elfira Collection menjadi salah satu produsen sulam usus yang konsisten memproduksi motif dan sulam klasik yang dipadu-padankan dengan tren modern. Elfira Collection pun turut masuk dalam 30 besar UKM yang lolos kurasi dalam Program Bangga Buatan Indonesia Lagawifest 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.
Nama Pemilik Usaha : Yusuf
Nomor Telepon: +62 812-7924-245
Alamat : Jl. Sebiay Gg. Melati 7 dusun II Hajimena, Lampung Selatan
02 Juli 2022
Wawancara dengan Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Giantari, S.E., M.Si.
Peran Serta Universitas Udayana untuk UMKM di Bali
Sebelum pandemi, Universitas Udayana berkomitmen untuk meningkatkan kinerja UMKM di Bali dengan penekanan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, antara lain dengan adanya mata kuliah kewirausahaan, kompetisi-kompetisi dibidang kewirausahaan, penyuluhan dan pelatihan dalam hal pelayanan, laporan keuangan, dan digitalisasi marketing.
Saat pandemi, pariwisata Bali mengalami masa suram karena tidak adanya kunjungan wisatawan yang mengakibatkan banyak usaha-usaha yang gulung tikar. Universitas Udayana dan universitas-universitas di Bali lainnya bersama dengan BNPB menggalakkan program Bali Bangkit dengan mengadakan kompetisi proposal untuk membangkitkan UMKM di Bali, dimana proposal tersebut merupakan hasil penelitian, yang kemudian telah terpilih 49 proposal terbaik untuk diserahkan kepada pemerintah daerah agar dapat dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan-kebijakan publik yang dapat membangkitkan UMKM di Bali. Prof. Giantari sendiri mengajukan proposal mengenai digitalisasi marketing.
Kendala UMKM di Bali
Di zaman yang serba digital ini, para pelaku UMKM masih tertinggal dalam hal keahlian digitalisasi. Oleh karena itu, menurut beliau, perlu adanya pelatihan-pelatihan untuk promosi di e-commerce dan membuat konten-konten yang menarik dan persuasif.
Dukungan yang Diperlukan UMKM di Bali
Dukungan dari semua stakeholder, yaitu pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat dibutuhkan oleh UMKM di Bali. Pemerintah telah tiada henti melakukan berbagai cara untuk membangkitkan UMKM di Bali, salah satu dukungan tersebut adalah penggunaan kain tenun ikat Endek untuk seragam. Akademisi memberikan dukungan melalui penelitian dan pelatihan. Dan masyarakat diharapkan menumbuhkan kecintaan pada produk-produk lokal sebagai bentuk dukungan kepada UMKM.
Upacara keagamaan di Bali yang sudah boleh dilaksanakan kembali juga sangat berdampak pada perekonomian di Bali. Peningkatan sektor pariwisata di Bali akan memberikan multiplier effect kepada industri lainnya.
FMI Korwil Bali memberikan dukungan dengan mengagendakan pelatihan-pelatihan intensif untuk meningkatkan kemampuan di bidang teknis bagi UMKM.
25 Juni 2022
Usaha Mikro merambah Anak Muda
Jumlah UMKM pada bulan Maret 2021 mencapai 64,2 juta dengan konstribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07% atau senilai Rp. 8.573,89 trilliun dengan menyerap 97% dari total tenaga kerja (KemenkopUKM). Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2008 tentang UMKM, maka dikelompokkan kedalam tiga kategori yaitu mikro, kecil dan menengah dengan kriteria yang berbeda pada kelompoknya.
Kriteria mikro menjadi daya tarik tersendiri dengan ketentuan yang sangat mudah seperti jenis barang/komoditas tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti, tempat usaha yang flexible, belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana sekali pun dan umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya, termasuk nomor pokok wajib pajak (NPWP) (UU No. 20 Tahun 2008).
Mudahnya usaha mikro menyebabkan peluang bagi anak muda untuk terjun dalam usaha. Mereka dapat melakukan kegiatan usaha berdasarkan kemampuan dan hobi yang dimilikinya. Hal ini terlihat pada saat dilakukan pendampingan UMKM untuk anak-anak muda. Respon mereka positif mengikuti pendampingan UMKM. Salah satu kegiatan pada saat diadakan pendampingan untuk anak muda di Jakarta, ternyata mereka yang berada di bangku SLTA tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Usaha yang mereka jalankan adalah sesuai dengan hobinya. Contoh mereka yang hobi memasak maka mencoba menjual makanan kering melalui media sosial. Alat komunikasi yang mereka gunakan seperti Instagram maupun sosial media yang lain. Anak muda sekarang termasuk generasi Z yang mudah beradaptasi dengan perkembangan tehnologi.
Masalah sering terjadi pada usaha mikro adalah perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual, pemasaran serta pendanaan. Selain itu juga masalah pada daya juang mereka untuk mempertahankan usahanya. Pendampingan secara terus-menerus perlu dilakukan kepada mereka supaya mau mempertahankan usahanya.
Hal ini terjadi juga pada saat melakukan pendampingan usaha mikro anak muda dengan Bulir Padi di wilayah Jakarta. Pendampingan dimulai dari memberikan pelatihan tentang perencanaan bisnis, bisnis model kanvas, perhitungan keuangan, dan pemasaran.
Terkait dengan pemasaran, mereka diberikan pengetahuan tentang segmentasi dan target pasar, desain produk, kemasan produk serta promosi produk yang efektif. Diharapkan dengan adanya pengetahuan tentang pemasaran akan menambah pengetahuan mereka. Bila pengetahuan mereka bertambah maka diharapkan dapat mempertahankan usahanya. Akhirnya jiwa kewirausahaan muncul pada anak muda. Sehingga pada saat mereka lulus bukan saja orientasi mencari kerja tetapi dapat mengembangkan usahanya walaupun kecil. Sifat mau mencoba mereka dalam usaha mikro perlu diberikan apresiasi dan dukungan.
Pendampingan usaha mikro mendorong minat anak muda melakukan usaha. Konsistensi pendampingan akan membuahkan hasil terhadap peningkatan usaha mereka.
18 Juni 2022
Hierarki Pemasaran untuk UMKM
Saat ini cara pemasaran organik masih kalah bersaing dengan pemasaran bayaran, terutama di lingkungan media sosial. Pemasaran bayaran adalah kegiatan memasarkan dengan memanfaatkan fasilitas berbayar yang disediakan oleh media sosial seperti Instagram Ads atau Facebook Ads. Namun, apakah jika menggunakannya sudah pasti akan memperoleh hasil sesuai harapan? Bisa ya, bisa juga tidak.
Lalu, bagaimana seharusnya UMKM mendesain cara pemasarannya dengan lebih efektif dan efisien?

Salah satu langkah sederhana untuk dapat memasarkan produk atau layanan dengan efektif dan efisien adalah dengan memahami hierarki pemasaran. Hierarki ini adalah tingkatan dalam proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen yang telah disederhanakan. Istilahnya, seorang konsumen yang tidak pernah tahu tentang produk kita, kemungkinan besar pasti tidak mau membeli produk kita. Maka, jika kita sebagai UMKM ingin konsumen membeli produk kita, kita harus berusaha membuat konsumen kenal, tertarik, ingin mencoba, dan akhirnya membeli produk kita.
Oleh karena itu, UMKM yang bijak tentunya akan mempersiapkan rencana dan strategi yang kreatif untuk membuat konsumen kenal, tertarik, membeli, hingga akhirnya konsumen tersebut secara mandiri mau mempromosikan produk UMKM tanpa dibayar. Pemahaman hierarki ini penting agar UMKM tidak hanya terjebak dalam strategi tunggal yang “itu-itu saja” dalam memasarkan produknya.