24 September 2021
HR in Hospital : Peluang bisnis hotel (bagaimana industri hotel bisa bangkit tanpa wisman)
Dalam acara webinar esklusif HR in Hospital dengan tema Peluang bisnis hotel (bagaimana industri hotel bisa bangkit tanpa wisman) dengan pembicara Ali Usman Gani (Managing Direcor, Ziri Hotel Group), Christiane Doris Wasfy (Former General Manager of Hotel Ciputra World Surabaya) dan Dian Yulie Reindrawati, PhD (head of hotel management program faculty of vocational study Universitas Airlangga) Menyampaikan bahwa pada awal merebak nya virus covid-19, perekonomian seluruh dunia jatuh, banyak pengusaha harus kehilangan usaha nya, dunia penerbangan harus berhenti beroperasi, tempat wisata, hotel harus merasakan sepi tanpa pengunjung lokal maupun mancanegara.
Pandemi ini sangat berdampak sekali terutama di sektor wisata, contohnya Bali. Dimana tidak ada wisatawan mancanegara & lokal yang datang diakibatkan transportasi udara tidak bisa beroperasi. Seiring dengan berjalannya waktu, industri perhotelan pun harus berdampingan dengan covid-19. Dimana pihak perhotelan bisa bertahan karena mengikuti regulasi protokol yang ada, dan juga program vaksin yang diwajibkan bagi siapapun.
Pertanyaannya apalagi yang bisa dilakukan untuk bertahan kedepan nya ? Salah satunya adalah dengan meningkatkan pelayanan hotel kepada para tamu serta memastikan protokol kesehatan berjalan ketat tanpa mengganggu kenyaman pengunjung. Melalui program pemerintah yang sedang berjalan hingga saat ini, industri perhotelan pun menunjukan perubahan yang kian membaik, dan tetap menunjukkan eksistensinya ditengah pandemi yang ada.
21 September 2021
AFFILIATE MARKETING
Di era digital marketing, tentunya kaum milenial sangat diuntungkan mengingat era digital saat ini dapat mempermudah kaum milenial bersaing untuk mendapat banyak keuntungan. Dalam dunia e-commerce sendiri banyak mempunyai berbagai macam model yang di terapkan. Salah satu dari yang paling populer dalam e-commerce adalah Affiliate Marketing. Memang banyak yang menjadi perbincangan dalam menjadi affiliator. Ada yang menyamakan affiliator dengan istilah salesman, tapi tentu istilah yang diberikan tersebut salah besar.
Affiliate marketing merupakan bisnis dengan sistem pemberian komisi untuk jasa seseorang setelah orang tersebut berhasil menjual barang atau jasa merchant melalui pemasaran di internet. Merchant disini memang membutuhkan jasa orang lain untuk menjual produk tersebut. Sehingga nantinya affiliator mendapat komisi dari hasil penjualan sesuai dengan yang disetujui.
Perlu adanya ketentuan-ketentuan tertentu untuk strategi yang akan diterapkan dalam affiliate marketing karena memang memiliki tiga pihak yang harus terhubung dalam affiliate marketing tersebut dalam proses affiliate marketing seperti penjual dan pembuat produk, affiliate atau pengiklan, dan konsumen.
Pada dasarnya ketiga komponen tersebut mempunyai peran masing-masing yang saling terhubung sehingga nantinya dapat menciptakan engagement dengan audiens ataupun calon customer, sehingga mereka dapat tertarik terhadap produk yang di promosikan. Namun pada umumnya para affiliator tidak mungkin memakai strategi pemasaran yang sama. Adapun beberapa cara pemasaran seperti influencer, dimana mereka yang mempunyai kemampuan menciptakan engagement kepada calon pembeli, dan nantinya tentu influencer tersebut juga mendapatkan komisi dari penjualan yang berhasil mereka lakukan.
Kemudian beberapa iklan di beberapa blog juga bagian dari affiliate marketing. Dimana para bloger mempunyai kemampuan menciptakan engagement yang dapat mempengaruhi konsumen dengan membuat artikel yang nantinya akan mengarah pada link sebuah produk yang akan di iklankan. Kemudian ada email marketing. Mungkin email terdengar sangat tradisional, namun email marketing masih menjadi salah satu partner berbagai produk untuk menampilkan produk merchant yang nantinya akan dipromosikan. Selain itu metode pemasaran melalui email juga bisa menggunakan metode email newslater, dimana nantinya hyperlink produk yang akan dijual saling terhubung dengan email newslater.
Beberapa orang telah sukses dengan affiliate marketing mereka menggunakan berbagai cara market pemasaran affiliate mereka. Maka adapun beberapa tips atau cara agar menciptakan engagement pelanggan terus berkembang antara lain mengenal target audiens, kemudian menjadikanya personal, mengulas produk dan jasa, menggunakan banyak source, selektif dalam memilih produk, dan selalu mengikuti trend di masyarakat.
11 September 2021
RENEWED URGENCY, PEPARATION FOR NEXT BIG BREAKTHROUGH
Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga kembali mengadakan forum diskusi. Forum diskusi kali ini Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga mengangkat sebuah tema yaitu RENEWED URGENCY, PEPARATION FOR NEXT BIG BREAKTHROUGH. Hadir sebagai narasumber sekaligus pembicara pada diskusi kali ini yaitu Prof. Uichol Kim dan Yusman Adi.
Seperti yang kita ketahui bahwa krisis ekonomi tentunya memiliki beberapa segi negatif dan positif. Seperti yang di sampaikan oleh Prof. Uichol bahwa Einsten mengatakan di setiap krisis maka disitu juga ada kesempatan besar. Seperti halnya dalam hal perubahan globalisasi yang terjadi, meningkatkan berbagai penemuan sains, maka kita harus menyesuaikan diri dengan mengikuti arusnya. Beliau menyampaikan bahwa krisis merupakan sebagian dari hidup manusia, setiap ada yang menetap dan tidak bereksplorasi maka dia tidak akan bisa mencukupi hidupnya sendiri untuk kedepanya. Sehingga jika kita memahami arah dan arus perubahan kemudian mencari eksplorasi maka kita tau bahwa krisis merupakan bagian dari hidup kita.
Beberapa pendapat mengenai mengetahui perubahan masa depan, menurut beliau memang sangat sulit untuk memprediksi jalanya masa depan. Namun kita bisa menciptakan masa depan, seperti yang Prof. Uichol kutip dari bapak manajement bahwa memprediksi masa depan yaitu, dengan menciptakan adalah cara dari manajemen modern. Sehingga dalam ilmu psikologi, kita memiliki hal yang berbeda dalam menghadapi kenyataan, dalam artian kita melihat realitas yang terjadi dalam hal kekosongan.
Sebagai manusia tentu kita memiliki berbagai macam personalia dalam diri kita masing-masing. Namun dalam hal eksplorasi dan perkembangan yang mengikuti globalisasi kita harusnya mempunyai pemikiran yang maju kedepan, melihat masa depan secara realistis. Beberapa narasumber juga menyampaikan bahwa, kita tumbuh menurut pengetahuan kita sehingga kita tidak tumbuh pada satu titik saja tapi juga tumbuh dalam berbagai bidang.
Disamping itu, menurut Yusman Adi sendiri strategy dalam perkembangan bisnis juga mempunyai strategy untuk berkembang dan mengikuti perkembangan yang tentunya sangat diperlukan. Pertumbuhan ekonomi pada industri 4.0 ini memang mempunyai banyak peluang. Seperti yang kita tahu, eksplorasi tentu mempunyai banyak keuntungan terutama untuk perkembangan sebuah perusahaan dan program yang struktural pada SOP.
27 Agustus 2021
UNFINISHED BUSINESS The Unexplored Causes of the Financial Crisis on Pandemic Era
Mengingat masa pandemic yang belum reda, banyak wirausahawan dan dunia usaha yang terhambat perkembanganya akibat pandemic covid-19 seperti saat ini. Untuk itu, Universitas AIrlangga mengadakan webinar yang mengangkat tema diskusi UNFINISHED BUSINESS The Unexplored Causes of the Financial Crisis on Pandemic Era. Hadir beberapa narasumber seperti Prof. Dr. Nasrudin, Amak Yaqoub, Desiree Muntu, dan Erwin rahadiyanto.
Beberapa narasumber yang hadir menyampaikan pemikiran dan aspirasinya. Menurut Prof. Dr. Nasrudin, pandemi ini memiliki empat sisi pandang menurut beliau. Pertama beliau melihat sebagai bencana, kemudian sebagai tantangan, sebagai peluang, dan bagaimana hikmahnya. Sebagai bencana, dimana pandemi ini merusak sebagian besar bahkan hampir seluruh tatanan dunia yang tadinya rapi menjadi berantakan seperti yang kita lihat seperti saat ini. Sebuah bencana yang diturunkan oleh yang maha Esa tentunya mempunyai maksud tersendiri menjadi sebuah tantangan bagi kita dan untuk mengeksplor berbagai hal yang baru bagi kita semua. Kemudian dari segi peluang sendiri tentunya kita bisa bersatu menanggulangi pandemi sehingga kita dapat berpeluang menyikapi dari segi postif, terutama dari segi agamis sendiri. Kemudian mengeksplore sendiri menghadirkan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat nantinya.
Kemudian, pengembangan kewirausahaan berbasis bioteknologi yang menurut Amak Yaqoub sendiri berpendapat bahwa salah satu penyebab minimnya obat terapi covid ini dikarenakan 95% bahan obat-obatan di Indonesia melalui impor, sehingga pemerintah sangat terbatas dalam mengeksekusi penyediaan obat-obatan. Selain itu, secara ranking bioteknologi Indonesia sendiri menduduki peringkat 52 dari 54 negara yang di survey. Salah satu perhitungan tersebut terbukti dari jumlah rata-rata PHD di Indonesia ini dibidang keagamaan, sedangkan PHD dibidang sains sendiri sangat minim.
Selain itu, mengenai potensial yang mungkin terpuruk selama masa pandemi ini, Desiree Muntu berpendapat bahwa sebenarnya kita lebih kuat dari apa yang kita bayangkan. Selama masa pandemi memang tatanan dan berbagai program menjadi tidak beraturan, sehingga memaksa kita untuk lebih upgrade our value, management keuangan, upgrade berbagai skill dan pengetahuan, update stategy, dan palning strategy.
01 Agustus 2021
Pencegahan Aksi Terorisme dan Ekstremisme Lewat Program Baru Sesuai dengan Peraturan Presiden
Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar untuk program MEMBANGUN STRATEGI DAN KERJASAMA DALAM ADVOKASI KEBIJAKAN IMPLEMENTASI pada hari Sabtu, 31 Juli 2021. Webinar ini hadir dengan topik, RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN EKSTREMISME (RAN PE) DI PROVINSI JAWA TIMUR. Hadir sebagai narasumber yakni Andhika Chrisnayuda, Ruby Kholifah, Budi Antoro, serta Hesti Armiwulan. Bertindak sebagai moderator yakni Prof Emy Susanti. Gubernur Jawa Timur, Khofifah juga hadir untuk memberikan sambutan serta pengarahan.
Sambutan Khofifah menjelaskan tentang pentingnya partisipasi pemerintah Provinsi dan daerah untuk menanggulangi tindak terorisme. Selain itu perempuan dan terorisme juga rentan terjerumus terhadap aksi terorisme. Negara berkewajiban untuk menjaga stabilitas keamanan nasional lewat RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN EKSTREMISME. Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No 7 tahun 2021, gubernur serta walikota dan bupati wajib menjalankan program diatas dengan berkoordinasi dengan kementerian terkait.
Andhika berpendapat bahwa faktor pendorong terjadinya aksi ekstremisme yakni kesenjangan ekonomi, marginalisasi dan diskriminasi, tata kelola pemerintahan yang buruk yang menyebabkan kekecewaan masyarakat, lemahnya penegakan hukum serta pelanggaran HAM. Sedangkan faktor penarik bisa berasal dari distorsi akibat pemahaman ideologi tertentu atau individu yang ingin mencari sensasi, sehingga bergabung pada organisasi ekstrimisme. Andhika juga menyampaikan bahwa melalui Peraturan Presiden No 7 tahun 2021 mewajibkan semua Kementerian serta pemerintah daerah bisa bertanggung jawab atas pelaksanaan RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN EKSTREMISME untuk meningkatkan ketahanan masyarakat akan ancaman dan gangguan yang mengarah pada aksi terorisme.
Senada dengan hal tersebut, Fran juga menyampaikan bahwa RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN EKSTREMISME bisa mencegah aksi terorisme karena mengamalkan prinsip supremasi hukum dan menjunjung tinggi HAM. Jika supremasi hukum dilanggar yang mana juga bisa mengarah pada tata kelola pemerintahan yang buruk bisa mendorong ketidakpuasan dalam masyarakat. Sesuai dengan peraturan presiden tersebut, gubernur dan walikota wajib menjalankan program RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN EKSTREMISME dengan berkoordinasi bersama Kementerian terkait.

23 Juli 2021
Perawat Sebagai Peran Kunci Pelayanan Medis untuk Masyarakat
Rumah Sakit Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar untuk program HR IN HOSPITAL pada hari Kamis, 22 Juli 2021. Webinar kali ini hadir dengan topik, NON-NURSING JOBS: THIS NOT MY JOB. Hadir sebagai narasumber yakni Prof. Kusnanto sebagai Manager Keperawatan RS UNAIR, Prof. Nursalam sebagai Ketua DPW PPNI Jawa Timur, Emil Dardak sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Acara ini dipandu oleh Hning Wicaksono sebagai Host.
Nursalam menyinggung tentang pembatasan sosial yang diberlakukan oleh pemerintah seperti PSBB, PPKM, serta PPKM darurat. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa selalu terjadi kekacauan ada implementasi di lapangan. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan, apakah kebijakan tersebut bukan solusi yang tepat atau masyarakat yang tidak patuh. Sedangkan dampaknya bagi para perawat sendiri yakni stres, stigma negatif pada masyarakat bahwa perawat mengandung virus, lelah yang luar biasa, waktu istirahat berkurang, serta berpisah lama dari keluarga.
Nursalam juga berpendapat bahwa ada beberapa kendala terkait keperawatan dalam penanganan pasien positif COVID-19 yakni silang pendapat antara perawat dengan keluarga pasien mengenai perawatan dan pengobatan lanjut. Permasalahan lain yakni apakah remunerasi di rumah sakit tempat bekerja telah sesuai dengan prinsip jujur dan adil. Kemudian jika terjadi silang pendapat dengan rekan sejawat atau profesi lain di rumah sakit juga menimbulkan kendala, terutama saat darurat pandemi. Masalah berikutnya yang tidak kalah rumit yakni terkait dengan kebijakan rumah sakit tentang konflik kepentingan yang marak terjadi pada penanganan masyarakat korban COVID-19.
Sementara Pudji Djanuarto sebagai Direktur RS PHC Surabaya berpendapat bahwa keberhasilan pelayanan rumah sakit tergantung pada integrasi antara medis, pendidikan, serta penelitian. Rumah sakit harus memahami peran kunci dan kebutuhan dasar perawat. Selain mempunyai kompetensi, setiap tenaga medis harus cepat tanggap terhadap situasi yang ada di lapangan dengan pola pikir yang cepat.

09 Juli 2021
Strategi yang Tepat dalam Mengatur Personalisasi Diri untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan
Webinar SERVICE EXCELLENCE IN SERVICE OF ADMINISTRATION digelar pada hari Selasa, 6 Juni 2021. Kali ini webinar hadir dengan topik, PENINGKATAN KOMPETENSI ASN: SERVICE EXCELLENCE TENAGA ADMINISTRASI DI ERA NEW NORMAL. Hadir sebagai pembicara yakni Fanny Dhaniswara sebagai Trainer Personality Development & Certified Personality Energy. CEO National Hospital, hadir pula untuk memberikan sambutan, yakni Ikfina Fahmawati sebagai Bupati Mojokerto.
Dhani memaparkan teori tentang empat warna dominan dalam melayani pelanggan, yakni hijau yang berarti hubungan baik, kuning berarti inovasi, merah yakni eksekusi, serta biru yakni strategi. Namun dalam melayani pelanggan, sumber daya manusia (SDM) tidak boleh hanya berfokus pada satu warna saja. Perlu menggunakan berbagai warna agar terjadi keseimbangan dalam pelayanan. Sebagai contoh, orang yang terlalu kreatif biasanya cenderung untuk lepas dari prosedur. Sebaliknya, orang yang terlalu mengikuti prosedur cenderung kurang kreatif. Oleh karena itu perlu keseimbangan antara melatih prosedur dengan kreativitas, agar terjadi keseimbangan. Dalam hal ini penggunaan warna kuning digabung dengan warna biru sehingga terjadi keseimbangan dalam pelayanan atau service kepada masyarakat.
Selain itu, Dhani juga menyinggung perihal service excellent harus memenuhi empat kriteria dasar, yakni mengenali potensi diri dalam pelayanan, menumbuhkan empati, melakukan pelayanan, serta berkomunikasi secara asertif. Hal ini agar tantangan dalam menjalankan service excellent bisa teratasi. Dhani mengemukakan bahwa, untuk mendapatkan hati para pelanggan, para SDM harus memulai dengan empati terhadap apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Kemudian SDM menentukan cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Barulah SDM/karyawan perusahaan merencanakan dan memulai pelayanan seperti apa yang harus diberikan. Kemudian evaluasi juga tak kalah penting, hal ini ditujukan untuk melihat sejauh mana pelanggan puas setelah menerima pelayanan dari SDM.

07 Juli 2021
Peningkatan Kompetensi ASN Tenaga Medis, Benarkah Sudah Kompeten?
Webinar HR in HOSPITAL untuk program SERVICE EXCELLENCE IN HOSPITAL digelar pada hari Selasa, 6 Juni 2021. Kali ini webinar hadir dengan topik, PENINGKATAN KOMPETENSI ASN: SERVICE EXCELLENCE TENAGA MEDIS DI ERA NEW NORMAL. Hadir sebagai pembicara yakni Prof. Hans Wijaya sebagai CEO National Hospital, Ikfina Fahmawati sebagai Bupati Mojokerto, serta Prof Kusnanto sebagai Manager Keperawatan RS UNAIR.
Hans berpendapat bahwa rumah sakit (RS) yang sesuai dengan idaman masyarakat tidak akan terjadi bila rumah sakit hanya bekerja sesuai dengan “asal bapak senang”. Pelayanan rumah sakit harus menyenangkan pasien atau masyarakat, bukan untuk melayani kepentingan atasan. Beberapa RUSD di Indonesia juga masih mengedepankan budaya birokrasi dibandingkan pelayanan publik. Banyak penyelewengan di mana RS milik pemerintah yang masih diutamakan untuk kepentingan birokrat dan para pimpinan eselon RS, dibandingkan menggunakan fasilitas murni untuk masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kusnanto berpendapat bahwa pengelolaan RS yang efektif dan efisien merupakan syarat mutlak agar RS dapat memberi pelayanan yang optimal. Jika manajemen RS kurang optimal, maka akan berdampak pada produktivitas karyawan RS pula dalam melayani pasien dan masyarakat. Beliau juga mengemukakan tentang kendala pelayanan RS di Indonesia, bahwa dokter yang memiliki kapabilitas tinggi cenderung berada di kota besar dan cenderung menagih tarif yang mahal. Selain itu, dokter dengan kemampuan tersebut mempunyai hak dalam memilih pasien. Hal ini akan sangat merugikan masyarakat jika terjadi situasi seperti pandemi sekarang. Di mana dokter dengan skil yang tinggi diperlukan untuk menangani masyarakat tanpa pandang bulu.
RS di Indonesia tentunya perlu untuk berubah, di mana manajemen yang profesional diperlukan untuk memimpin sebuah rumah sakit. Hal itu bertujuan agar terlepas dari kultur birokrasi “asal bapak senang”. Selain itu, RS perlu menonjolkan teknologi tinggi sebagai salah satu daya tarik pemasaran, selalu berusaha mencari terobosan dengan produk baru, sadar akan persaingan, serta fasilitas yang mementingkan kenyamanan dan juga kepuasan konsumen. Fokus dan tujuan akhir RS, khususnya RS milik pemerintah yakni kepuasan konsumen atau pasien, bukan pada orientasi kepentingan birokrasi.


01 Juli 2021
Millennial, Generasi Modern Melek Digital, Bagaimana dengan Kesehatan Mental Mereka?
Rumah Sakit Universitas Airlangga (UNAIR) kampus C menggelar webinar untuk program EXPERT TALK pada hari Rabu, 30 Juni 2021. Kali ini webinar hadir dengan topik, 101 MILLER NEAL’S MENTAL HEALTH. Hadir sebagai narasumber yakni Dimas Aryo Wicaksono sebagai Dosen Fakultas Psikologi UNAIR, Damba Bestari sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS UNAIR, Lintang Elin Massita sebagai Duta UNAIR 2021, serta Firman Syauqi MHS sebagai Duta FK UNAIR 2020.
Sebagai sambutan, Prof. Nasrodin sebagai Direktur RS UNAIR juga sedikit menyampaikan mengenai generasi milenial yang akan mengambil peran penting pada bangsa di masa depan. Indonesia adalah negara yang memiliki beragam pulau, dengan jumlah penduduk yang besar pula. Indonesia juga memiliki bonus demografi anak muda yang besar sebanyak 70-90 juta. Selain itu, beliau menyinggung mengenai RS UNAIR sebagai pusat inovasi untuk anak muda, di mana tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga menjadikan RS UNAIR sebagai objek lain. Salah satunya yakni hospital tourism, micro media center, pengembangan robotik, serta rekonstruksi kraniofasial.
Sementara Damba berpendapat bahwa, gangguan mental jarang dijumpai merupakan mitos. Satu dari empat orang di dunia menderita gangguan mental. Tidak ada perbedaan antara orang introver dan ekstrover atas kerentanan gangguan jiwa. Perlunya teman atau orang lain untuk menceritakan mengenai permasalah yang dialami merupakan cara untuk meningkatkan imunitas jiwa terhadap gangguan mental. Damba juga mengemukakan bahwa, manusia masih dikatakan sehat secara mental jika masih mempunyai tujuan hidup. Bagaimana manusia bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi, merupakan cara untuk menjaga kesehatan mental.
Mengenai gen milenial dan GenZ, Dimas berpendapat bahwa dalam lingkungan kerja, kedua generasi tersebut dianggap sebagai generasi terdahulu, kurang berkomitmen, sering ganti pekerjaan, serta susah diatur. Namun kenyataannya, kedua generasi tersebut menderita beban mental yang cukup serius, ditambah dengan kualitas tidur yang rendah. “Terutama pada masa pandemi seperti sekarang, generasi milenial lebih tertekan dikarenakan adanya isu resesi, hancurnya pasar kerja, dll. Selain itu, tekanan karir juga makin menambah stres generasi milenial,” ungkap Dimas.

